Komplikasi Kanker Dubur Pada Penderita HIV

Komplikasi Kanker Dubur Pada Penderita HIV

Peningkatan insidensi kanker dubur selama tiga dekade terakhir di antara laki-laki di AS telah sangat dipengaruhi oleh epidemi HIV, meskipun hubungan serupa tidak diamati untuk perempuan. Kanker dubur terus meningkat di antara orang dengan HIV meskipun dengan ada terapi antiretroviral yang efektif, karena pengobatan telah memungkinkan mereka untuk hidup lebih lama untuk mengembangkan kanker tersebut. Displasia (pertumbuhan sel yang tidak normal) dubur dan kanker biasanya disebabkan oleh human pappilomavirus (HPV) yang dapat menyebabkan kanker (onkogenik). Tidak seperti kanker serviks yang invasif, kanker dubur tidak diklasifikasikan sebagai kondisi terdefinisi AIDS, meskipun keduanya memiliki penyebab yang sama.

Meskipun kanker dubur tetap langka di AS – dengan perkiraan kasus sebesar 6230 pada tahun 2012 – insidensi (kasus baru) ini terus menerus meningkat di populasi umum sejak 1940. Namun, masih belum jelas, bagaimana peningkatan baru-baru ini mungkin disebabkan oleh HIV.

Meredith Shiels dan rekan dari Division of Cancer Epidemiology and Genetics di National Cancer Institute memperkirakan dampak dari epidemi HIV pada kecenderungan total dari insidensi kanker dubur di 17 negara bagian AS dan wilayah metropolitan antara tahun 1980 – satu tahun sebelum laporan medis AIDS pertama – dan pada tahun 2005.

Para peneliti memperoleh data dari kanker dubur di antara orang dengan HIV dan tanpa HIV dari HIV/AIDS Cancer Match Study. Mereka memperkirakan jumlah kasus kanker dubur di antara orang dengan HIV dan menggunakan angka ini untuk menghitung proporsi dari semua kasus kanker dubur yang terjadi di antara orang dengan HIV. Selanjutnya, mereka memperkirakan kecenderungan dari waktu ke waktu dari tingkat insiden kanker dubur di populasi umum dan setelah mengeluarkan orang dengan HIV.

Hasil Penelitian

  • Dari perkiraan 20.553 kasus kanker dubur yang dilaporkan selama 1980-2005, 1665 (atau 8,1%) terjadi di antara orang dengan HIV.
  • Proporsi dari kasus kanker dubur di antara orang dengan HIV adalah tertinggi pada periode 2001-2005 – segera sesudah penemuan terapi antiretroviral yang efektif. Angka ini adalah 28,4% di antara laki-laki dan 1,2% di antara perempuan.
  • Infeksi HIV tidak memiliki dampak pada kecenderungan kanker dubur di antara perempuan selama tahun 1980-2005. Secara keseluruhan, tingkat insiden meningkat sebesar 3,3% per tahun dan tetap 3,3% setelah mengeluarkan perempuan dengan HIV dari analisis.
  • Namun, di antara laki-laki, HIV memiliki dampak yang kuat selama periode ini, dengan tingkat insiden meningkat sebesar 3,4% per tahun namun hanya 1,7%–atau separuh – setelah mengeluarkan kasus di antara laki-laki dengan HIV.
  • Laki-laki kulit hitam dengan kanker dubur memiliki lebih dari dua lipat prevalensi infeksi HIV dibandingkan dengan laki-laki berkulit putih. Hal ini mencerminkan prevalensi HIV yang lebih tinggi di antara laki-laki berkulit hitam.
  • Proporsi kanker dubur di antara laki-laki dengan HIV adalah lebih besar untuk kanker sel skuamosa dibandingkan dengan adenocarcinoma (31,3% vs 2,7%). Hal ini mungkin disebabkan oleh kanker sel skuamosa lebih terkait dengan HPV.

Berdasarkan hasil studi ini, para peneliti menyimpulkan, Selama 1980-2005, peningkatan tingkat insidensi kanker dubur di AS sangat dipengaruhi oleh epidemi HIV di antara laki-laki namun independen dari infeksi HIV di antara perempuan.

Sebagian besar proporsi dari laki-laki di AS yang memiliki kanker dubur di beberapa tahun terakhir adalah di antara orang dengan HIV,” mereka melanjutkan. Pengukuran ini akan mencegah kanker dubur di antara laki-laki yang terinfeksi HIV dan dapat mengurangi tingkat kanker dubur secara bermakna pada tingkat populasi.”

Jumlah CD4 yang rendah terkait dengan peningkatan risiko kanker dubur, meskipun kanker dubur juga terjadi di antara orang dengan HIV yang memiliki jumlah CD4 yang lebih tinggi. Penekanan kekebalan tubuh yang terkait dengan HIV dapat secara langsung menyebabkan perkembangan kanker dubur, mereka menyarankan. Meskipun terapi antiretroviral dapat mengembalikan sebagian fungsi kekebalan tubuh, terapi HIV tidak menyebabkan pengurangan lesi prakanker, dan insidensi kanker dubur telah meningkat dalam era terapi antiretroviral.

Mereka mencatat bahwa tidak semua kanker dubur pada Odha selalu disebabkan oleh infeksi HIV, karena laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) akan memiliki peningkatan risiko bahkan tanpa HIV. Tapi laki-laki gay dengan HIV memiliki prevalensi yang lebih tinggi dari displasia dubur dan risiko 10 kali lipat dari karsinoma sel skuamosa dubur dibandingkan dengan LSL HIV negatif.

Dua strategi pencegahan kanker telah diusulkan untuk mengurangi beban kanker dubur: vaksinasi HPV dan tes Pap smear dubur. Vaksinasi luas terhadap HPV 16 dan 18 akan mengurangi beban HPV yang dapat menyebabkan kanker, termasuk kanker dubur. Namun, penyerapan vaksin masih rendah, dan karena sebagian besar kanker dubur pada populasi umum terjadi di antara mereka yang berusia 60 tahun atau lebih tua, setiap manfaat dari vaksinasi HPV pada tingkat kanker dubur tidak akan diamati selama beberapa dekade.

Berdasarkan keberhasilan tes Pap smear untuk skrining kanker serviks, penggunaan tes Pap smear yang serupa untuk deteksi kanker dubur dapat mengurangi insidensi kanker dubur,” mereka melanjutkan. Skrining kanker dubur dapat efektif secara biaya di antara LSL yang terinfeksi dan tidak terinfeksi HIV, dan pedoman negara bagian New York merekomendasikan tes Pap smear untuk kelompok tertentu dari orang dengan HIV. Namun, tes Pap smear dubur tampaknya tidak mengurangi insidensi atau kematian, dan studi terbaru menyimpulkan bahwa informasi yang lebih dibutuhkan mengenai sejarah alamiah dari kanker dubur dan tingkat kelanjutan dari lesi dubur intraepitelial sebelum skrining kanker dubur dalam kelompok berisiko tinggi harus diimplementasikan.

Sumber:

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s