Gejala dan Manifestasi Klinis HIV AIDS Pada Anak

Gejala dan Manifestasi Klinis HIV AIDS Pada Anak

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain). Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu.Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut

Manifestasi Klinis HIV AIDS Pada Anak

Manifestasi klinis infeksi HIV pada anak bervariasi dari asimtomatis sampai penyakit berat yang dinamakan AIDS. AIDS pada anak terutama terjadi pada umur muda karena sebagian besar (>80%) AIDS pada anak akibat transmisi vertikal dari ibu ke anak. Lima puluh persen kasus AIDS anak berumur < l tahun dan 82% berumur <3 tahun. Meskipun demikian ada juga bayi yang terinfeksi HIV secara vertikal belum memperlihatkan gejala AIDS pada umur 10 tahun.

Gejala klinis yang terlihat adalah akibat adanya infeksi oleh mikroorganisme yang ada di lingkungan anak. Oleh karena itu, manifestasinya pun berupa manifestasi nonspesifik berupa gagal tumbuh, berat badan menurun, anemia, panas berulang, limfadenopati, dan hepatosplenomegali. Gejala yang menjurus kemungkinan adanya infeksi HIV adalah adanya infeksi oportunistik, yaitu infeksi dengan kuman, parasit, jamur, atau protozoa yang lazimnya tidak memberikan penyakit pada anak normal. Karena adanya penurunan fungsi imun, terutama imunitas selular, maka anak akan menjadi sakit bila terpajan pada organisme tersebut, yang biasanya lebih lama, lebih berat serta sering berulang. Penyakit tersebut antara lain kandidiasis mulut yang dapat menyebar ke esofagus, radang paru karena Pneumocystis carinii, radang paru karena mikobakterium atipik, atau toksoplasmosis otak. Bila anak terserang Mycobacterium tuberculosis, penyakitnya akan berjalan berat dengan kelainan luas pada paru dan otak. Anak sering juga menderita diare berulang.

Manifestasi klinis lainnya yang sering ditemukan pada anak adalah pneumonia interstisialis limfositik, yaitu kelainan yang mungkin langsung disebabkan oleh HIV pada jaringan paru. Manifestasi klinisnya berupa hipoksia, sesak napas, jari tabuh, dan limfadenopati. Secara radiologis terlihat adanya infiltrat retikulonodular difus bilateral, terkadang dengan adenopati di hilus dan mediastinum.

Manifestasi klinis yang lebih tragis adalah yang dinamakan ensefalopati kronik yang mengakibatkan hambatan perkembangan atau kemunduran ketrampilan motorik dan daya intelektual, sehingga terjadi retardasi mental dan motorik. Ensefalopati dapat merupakan manifestasi primer infeksi HIV. Otak menjadi atrofi dengan pelebaran ventrikel dan kadangkala terdapat kalsifikasi. Antigen HIV dapat ditemukan pada jaringan susunan saraf pusat atau cairan serebrospinal.

Secara khusus dilakukan klasifikasi manifestasi klinis ini oleh CDC Amerika Serikat (1994) dan WHO (tahun 2006). Penggunaan klasifikasi ini untuk membantu dalam menentukan diagnosis, tatalaksana dan prognosis. Klasifikasi klinis yang mengarahkan ke pengambilan keputusan dilakukannya pemeriksaan laboratorium dikenal dengan nama AIDS Defining Illness

Klasifikasi klinis menurut CDC adalah N, A, B dan C (AIDS) dengan tambahan prefix E pada semua anak yang terpapar pada HIV dari orangtuanya. Klasifikasi klinis menurut WHO dapat dilihat pada tabel berikut.

Klasifikasi WHO mengenai penyakit yang berhubungan dengan HIV

Klasifikasi

Stadium klinis WHO

Asimtomatik

1

Ringan

2

Sedang

3

Berat

4

Stadium Klinis WHO untuk Bayi dan Anak yang Terinfeksi HIV a, b

Stadium klinis 1
  • Asimtomatik
  • Limfadenopati generalisata persisten
Stadium klinis 2
  • Hepatosplenomegali persisten yang tidak dapat dijelaskana
  • Erupsi pruritik papular
  • Infeksi virus wart luas
  • Angular cheilitis
  • Moluskum kontagiosum luas
  • Ulserasi oral berulang
  • Pembesaran kelenjar parotis persisten yang tidak dapat dijelaskan
  • Eritema ginggival lineal
  • Herpes zoster  
  • Infeksi saluran napas atas kronik atau berulang (otitis media,   otorrhoea, sinusitis, tonsillitis )
  • Infeksi kuku oleh fungus
Stadium klinis 3
  • Malnutrisi sedang yang tidak dapat dijelaskan, tidak   berespons secara adekuat terhadap terapi standara
  • Diare persisten yang tidak dapat dijelaskan (14 hari   atau lebih ) a
  • Demam persisten yang tidak dapat dijelaskan (lebih   dari 37.5o C intermiten atau konstan, > 1 bulan) a
  • Kandidosis oral persisten (di luar saat 6- 8 minggu   pertama kehidupan)
  • Oral   hairy leukoplakia
  • Periodontitis/ginggivitis ulseratif nekrotikans akut
  • TB kelenjar
  • TB Paru
  • Pneumonia bakterial yang berat dan berulang
  • Pneumonistis interstitial limfoid simtomatik
  • Penyakit paru-berhubungan dengan HIV yang kronik   termasuk bronkiektasis
  • Anemia yang tidak dapat dijelaskan (<8g/dl ),   neutropenia (<500/mm3) atau trombositopenia (<50 000/ mm3)
Stadium klinis 4b
  • Malnutrisi, wasting   dan stunting berat yang tidak dapat   dijelaskan dan tidak berespons terhadap terapi standara
  • Pneumonia pneumosistis
  • Infeksi bakterial berat yang berulang  (misalnya empiema, piomiositis, infeksi   tulang dan sendi, meningitis, kecuali pneumonia)
  • Infeksi herpes simplex kronik (orolabial atau   kutaneus > 1 bulan atau viseralis di lokasi manapun)
  • TB ekstrapulmonar
  • Sarkoma Kaposi
  • Kandidiasis esofagus (atau trakea, bronkus, atau   paru)
  • Toksoplasmosis susunan saraf pusat (di luar masa   neonatus)
  • Ensefalopati HIV
  • Infeksi sitomegalovirus (CMV), retinitis atau   infeksi CMV pada organ lain, dengan onset umur > 1bulan
  • Kriptokokosis ekstrapulmonar termasuk meningitis
  • Mikosis endemik diseminata (histoplasmosis,   coccidiomycosis)
  • Kriptosporidiosis kronik   (dengan diarea)
  • Isosporiasis kronik
  • Infeksi mikobakteria non-tuberkulosis diseminata
  • Kardiomiopati atau nefropati yang dihubungkan dengan HIV yang   simtomatik
  • Limfoma sel B non-Hodgkin atau limfoma serebral
  •    Progressive multifocal   leukoencephalopathy
Catatan:a. Tidak dapat dijelaskan ebrarti kondisi   tersebut tidak dapat dibuktikan oleh sebab yang lain
  1. b.  Beberapa   kondisi khas regional seperti Penisiliosis dapat disertakan pada kategori ini

Artikel Lengkap HIV AIDS:

 

Supported By

HIV AIDS ONLINE CLINIC Fight Against HIV AIDS. OUR KIDS ARE THE FUTURE. Save The Children Indonesia WORKING TOGETHER FOR STRONGER, SMARTER AND HEALTHIER CHILDREN BY EDUCATION, CLINICAL INTERVENTION, RESEARCH AND NETWORKING INFORMATION . Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adult HIV AIDS ONLINE ONLINE be a global resource and advocate in the field of parenting prevented child from smoke , advancing excellence in knowledge and attitude through education and information online

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2013, HIV AIDS ONLINE CLINIC Information Education Network. All rights reserved.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s